Photobucket

Team Stuba berphoto dengan struktur DPC Piyungan

Berbagi pengalaman dalam managemen agenda-agenda dakwah tingkat kecamatan Piyungan.

Partai yang berkarakter

Berkarakter punya ciri khas tersendiri. Yang tidak semua partai memilikinya. Dan itulah ciri khas yang menempel pada diri setiap kader

Inilah tempat kita memulai sebuah perjuangan.

Allah selalu bersama orang- orang yang bermusyawarah. Kita melaksanakannya hanya Allahlah yang menentukan hasil akhirnya

Inilah tempat kita kembali tatkala kita lelah berjuang.

Tatkala kita tidak kuat lagi memikul amanah maka kepadaNyalah kita memohon pertolongan dan bertawakkal

Milik Allah, semua yang ada di langit dan bumi

Amanah untuk menjaga dan merawat milik-Nya diberikan hanya kepada orang-orang yang dapat dipercaya oleh-Nya. yaitu adalah hamba Allah yang sholih.

Senin, 23 April 2012

"Dahulukan bahasa toleransi dan prinsip kasih sayang dalam da'wah"

قَلْبٌ بِلاَ رَحْمَةٍ قِطْعَةٌ مِنْ حَجَرٍ

رُوحٌ بِلاَ رَحْمَةٍ صَحْرَاءٌ قَاحِلَةٌ

لِسَانٌ بِلاَ رَحْمَةٍ سَوْطٌ مِنْ عَذَابٍ

مَوْعِظَةٌ بِلاَ رَحْمَةٍ إِعْلاَنُ حَرْبٍ

مَنْهَجٌ بِلاَ رَحْمَةٍ سِرْدَابٌ مُظْلِم



    Hati tanpa kasih sayang, tak lebih sebongkah batu karang.
    Ruh tanpa kasih sayang, adalah sahara nan gersang.
    Lisan tanpa kasih sayang, bagaikan cemeti siksaan.
    Nasehat tanpa kasih sayang, sama artinya dengan pengumuman perang.

Survey Terbaru Pilkada DKI: PKS Urutan Pertama


Jurnaline.com – Menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta Juli mendatang popularitas Partai Demokrat menurun khususnya di Jakarta, Demokrat kalah tenar dibanding Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Demikian hasil jajak pendapat yang dilakukan Media Survei Nasional (MEDIAN) bersama The Future Institute (TFI) seputar Pemilukada DKI. Survei dilakukan sejak 6 sampai 17 Februari 2012 dengan responden berjumlah 900 orang yang dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling.

Rabu, 11 April 2012

Burhanuddin: SBY Takut PKS Jadi Besar


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Lambannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam memastikan nasib menteri-menteri PKS dinilai karena ada ketakukan kalau PKS akan mendapatkan simpati publik.  Peneliti Lembaga Survei Indonesia, Burhanudin Muhtadi, menjelaskan alasan tersebut membuat SBY tidak segera mengambil sikap untuk mengusir PKS dari kursi menteri.

"Persoalannya serius. Dia (presiden) tahu kalau PKS ditendang malah akan membesarkan PKS," ujar Burhanudin, saat menjadi pembicara dalam  bedah buku bertajuk 'Dilema PKS, Syariah atau Suara' di kampus 2 Universitas Islam Negeri, Jakarta, Selasa (10/4). Burhanudin menjelaskan simpati warga bahwa PKS merupakan partai terzalimi akibat menolak kenaikan harga bbm  akan menguntungkan PKS dalam kompetisi pemilu 2014 mendatang.
Kegundahan SBY, ujarnya, semakin menjadi karena di dalam barisan koalisi cuma Partai Golkar yang merupakan partai besar. "Golkar pun bukan good boy.  Banyak pembangkangan yang dilakukan," tegasnya.  Oleh karena itu, tutur Burhanudin, pemerintah akan mengalami ketergantungan dengan Partai Golkar dalam meraih dukungan suara di parlemen. Kesempatan tersebut, ujarnya, akan digunakan Partai Golkar untuk bermain mata dengan oposisi seperti PDIP.
Terkait dengan sikap PKS yang selalu kritis dalam koalisi, Burhanudin menjelaskan akan tetap didukung oleh para konstituennya.  Menurutnya, konstituen PKS merupakan massa tingkat menengah yang terdidik.  Sehingga, mereka memiliki ekspektasi yang tinggi terkait dengan kritik PKS kepada pemerintah. "Kalau manut-manut saja di koalisi malah makin banyak yang lari," tegasnya.